Could anyone here please summarize the Indonesian Navy's
announcement about its "Korvet Nasional" program?
http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=113012006113230
TNI AL SERAHKAN SPESIFIKASI KORVET
02 Feb 2007
Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) mengungkapkan
telah menyerahkan spesifikasi kapal perang jenis korvet nasional
kepada Departemen Pertahanan (Dephan). Tipe kapal sudah
disampaikan. Harapannya, spesifikasi yang sudah dikirimkan dapat
dipenuhi, ujar Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Slamet
Soebijanto, seusai acara serah terima jabatan Kepala Jawatan
Hidro-Oseanografi, Rabu (31/1).
Spesifikasi kapal korvet yang dibangun itu diantaranya memiliki
panjang garis air 80,000 meter, lebar 12,20 meter, tinggi geladak
utama 8,20 meter, kecepatan rata-rata 25,2 knots, akomodasi 81
orang, draf 3,46 meter dan daya pendorong 2 x 7.400 kw.
Kasal menjelaskan, kapal dengan spesifikasi yang diusulkan itu,
akan mampu menyusuri segala medan di perairan Indonesia. Mengingat
arus di kawasan timur yang kuat, tambahnya.
Tidak hanya itu, Kasal menjelaskan korvet tersebut nantinya juga
dilengkapi senjata, seperti meriam dan peluru kendali yang memadai.
Jangkauannya diharapkan sekitar 250-300 km, lanjutnya.
Kasal berharap, dalam pembuatan kapal tersebut, TNI AL banyak
dilibatkan. Harus, karena yang akan operasional kan kami,
jelasnya seraya menambahkan, koordinasi yang baik, akan didapatkan
hasil yang baik pula.
Namun, Kasal mengingatkan, jadwal program pembuatan harus
diperketat sehingga waktu selesainya dapat lebih cepat dan dapat
diprediksi. Jangan sampai terjadi penundaan. Keberadaan kapal bagi
TNI AL sangat tinggi, terangnya. Kasal sendiri berarap, program
ini dapat mulai bekerja tahun 2008.
Jumlah kapal TNI AL memang masih sangat kurang. Data TNI AL
menyebutkan, minimal dibutuhkan sekitar 274 kapal untuk
operasional. Saat ini jumlah kapal yang dimiliki hanya berjumlah
114 kapal. Itu pun tidak bisa semua beroperasi hanya sepertiga
kekuatan, tegasnya.
Dengan demikian, ujar Kasal, hanya sekitar 50 kapal yang beroperasi
untuk menjaga perairan Indonesia. Padahal, panjang garis pantai
mencapai 81.000 km. Ini tentu tidak tercover. Kami membutuhkan
kapal lebih banyak lagi. Tetapi, pelaksanaannya tentu tergantung
anggaran pemerintah, kata Kasal.
Pembangunan kapal korvet nasional bertujuan mempersiapkan
kemandirian dibidang ketahanan. Program pembangunan ini,
dipersiapkan bersama-sama oleh Departeman Pertahanan, TNI AL, PT
PAL Indonesia serta industri-industri pendukung lainnya. Selain
indutri perkapalan, tidak kurang dari 18 industri strategis akan
dilibatkan, antara lain seperti industri senjata, navigasi dan
komunikasi.
Selain itu, dari segi anggaran, ke depan pembangunan kapal akan
lebih murah karena akan dibuat dalam jumlah banyak di dalam
negeri.
beri komentar | cetak
Cheers,
Sunho